3.09.2013

Kalo Sendiri, Berani Ga Ya?

Saya ingin mencoba menuangkan kekesalan saya yang mungkin juga kekesalan pembaca terhadap kelakuan segerombolan orang.
Ketika satu orang bergabung dengan sekelompok orang lainya, tingkat keberanian mereka meningkat drastis. Berani anarkis, berani mengganggu, dan bahkan berani tidak tertawa setelah membaca kalimat ini. Hahaha yang terakhir cuman becanda. Setiap saya melihat segerombolan orang yang anarkis/mengganggu, selalu tersirat dalam benak saya “jika mereka sendiri, berani gitu gak ya?”.
Tak usah mengambil contoh dari mahasiswa yang demo dan anarkis, lihat saja sekeliling kita. Pasti ada orang-orang yang berkedok mahasiswa yang kelakuannya tidak mencerminkan mahasiswa. Saya ambil contoh ketika mereka merokok. Tak ada masalah dengan perokok. saya punya banyak teman perokok, teman penjual roko dan teman yang menjual rokok sambil merokok. Tapi segerombolan orang itu meniup asap rokok ke arah orang lain, dan itu terjadi di tempat makan. astagaaaaa….. mesin mobil saja knalpotnya disimpan dibawah agar tidak mengganggu kenyamanan orang lain. Tapi emang wajar sih, kan yang bikin mesin mobil orang yang pintar.

Jujur jika saya menjadi mereka, saya tidak mau melakukan hal tersebut, karena selain saya adalah manusia beradab saya juga bukan perokok hahaha.
Tidak hanya dengan rokok, tp dengan mengganggu kenyamanan orang lain. Mungkin karena ingin mencari perhatian, agar jati diri nya terlihat….. sebagai manusia yang tidak beradab. Tetapi saya yakin, diantara orang-orang tersebut, masih ada orang yang baik, dan merasa terjebak berada disitu.
Saya menuliskan ini hanya sebagai media penyampaian pesan kepada siapapun yang membaca ini. Marilah kita menjadi orang yang beradab. Ingat, damai itu indah, tak perlu berusaha untuk menunjukan jati diri dengan hal negatif, cukup lakukan hal positif, jati diri sebenarnya akan muncul dengan sendirinya. Dan untuk informasi saja, saya menulis ini seorang diri, tidak beramai-ramai.

0 comments:

Post a Comment