9.26.2013

Waspadalah Terhadap Makanan!

Bukannya saya tidak suka memakan makanan yang enak, tapi begitu banyak pertimbangan ketika mencoba suatu makanan yang enak.. entahlah, setiap saya memakan makanan yang begitu enak misalnya eskrim, coklat, dll.. ada kekhawatiran bahwa makanan itu tidak 'aman'... jangankan makanan seperti itu, daging ayam saja banyak yang tidak 'aman'.. bahkan sangat jarang sekali seorang penjual ayam yang menyembelih ayamnya dengan benar. Saya pernah melihat langsung proses penyembelihan ayam disebuah peternakan ayam dekat rumah... tragis.. ayam itu dipotong dengan cepat dan dilempar kedalam sebuah tong yang berisi ayam-ayam yang sudah disembelih... parahnya lagi, ayam tersebut dilempar masih dalam keadaan hidup... tak terlihat si penyembelih tersebut mengucapkan "bismillahi allahuakbar"... ada juga yang lebih parah adalah penjual daging ayam yang tidak membunuh ayamnya dengan cara disembelih, tp digantung...
Saya pernah melihat sebuah video ceramah yang disampaikan oleh seorang ustad (lupa namanya) yang membahas tentang makanan di akhir zaman seperti ini... beliau mengatakan bahwa salah satu trik yahudi dalam menghancurkan islam adalah melalui makanan, karena jika makanan yang masuk ke perut kita haram, maka perbuatan kita pun akan cenderung kepada keburukan.. bukannya tak berilmu ata sok tahu, beliau mengatakan hal tersebut karena beliau adalah mantan misionaris yang mempunyai misi menghancurkan islam lewat makanan,..

Dalam ceramahnya, disebutkan beberapa produk yang sangat digemari masyarakat namun ternyata makanan tersebut haram, lalu timbul pertanyaan "ada label halal nya kan?", beliau menjawab "memangnya pihak yang memberi label halal melihat proses produksi setiap hari?", dan beliau pun memberitahu bahwa jika sebuah makanan memiliki komposisi "lechitin" berarti makanan tersebut mengandung minyak babi, kadang namannya disamarkan dengan menuliskannya "soya lechitin" atau "lesitin kedelai",... wallahu'alam bishawab..
Pernah saya mencoba memberi tahu beberapa rekan-rekan saya untuk berhati-hati dalam memilih makanan, namun kebanyakan menjawab "kita kan gatau, gpp kali".. nah ini yang salah, kita terlalu nyaman dengan ketidaktahuan,.. bagaimana jika Allah memberitahu kita melalui video tersebut, tapi kita malah tidak percaya?
Sekarang pilihan anda, apakah anda menjadikan tulisan ini sebagai pengetahuan atau anda nyaman dengan ketidaktahuan? saran saya sih lebih baik berhati-hati dalam memakan makanan, terutama jika makanan tersebut 'meragukan'...

“Tinggalkanlah perkara yang meragukanmu kepada perkara yang tidak meragukan.” (Riwayat at-Tirmidzi dan dia berkata, hadits hasan shahih)



0 comments:

Post a Comment