11.28.2013

Bisakah Kita?

Di pintu sebuah rumah sakit, aku melihat seorang pria yang sedang sibuk membuka jalan sambil membawa seorang wanita yang sedang hamil tua untuk segera mendapatkan pertolongan dokter. Sepertinya perempuan itu akan melahirkan. ya.. pria dan wanita itu adalah sepasang suami istri, mereka menikah sekitar 1 tahun yang lalu.

Entah karena penasaran atau apa, aku mengikuti mereka untuk menyaksikan proses kelahiran. Aku hanya duduk diluar ruangan sambil bermain handphone, sesekali terdengar suara dokter dan suara wanita yang sedang bersiap untuk melahirkan..

Tak lama kemudian, terdengarlah suara tangisan bayi.. walaupun aku tidak memiliki hubungan saudara, bahkan aku tidak mengenal mereka, tp aku bisa merasakan apa yang mereka rasakan... bahagia! Aku pun mencoba mencuri-curi waktu untuk mengintip dari luar melalui jendela yang terhalang gorden kamar. Astaga! bayi tersebut lahir tanpa tangan dan tanpa kaki.. Sementara sang istri kelelahan dan tak tahu kondisi bayinya, terlihat sang suami yang tetap bahagia dengan kondisi bayinya tanpa kaki dan tangan.

Setelah bayi dibersihkan oleh seorang suster, diberikanlah bayi tersebut kepada sang suami. lalu pria tersebut berkata kepada suster, "Terima kasih suster.. Alhamdulillah, do'a saya dikabulkan..", kemudian suster tersebut menjawab "Alhamdulillah, saya turut senang pak, tentunya memiliki anak adalah harapan setiap orang yang sudah berkeluarga..", lalu si pria menjawab lagi "iya mba, tapi bukan itu yang saya maksud.." , "maksudnya?" balas si suster, si pria pun menjawab "Dulu waktu saya muda, saya sangat nakal,. saya sering mencuri, mabuk, judi, dll.. dan saya berubah ketika akan berkeluarga, pernah terselip dalam doa saya, saya tidak ingin memiliki anak seperti saya dulu, dan sekarang Tuhan mengabulkan doa saya.. dengan kondisi yang seperti ini, mungkin anak saya akan terhindar dari perbuatan-perbuatan buruk yang pernah saya lakukan.." , suster itu pun hanya tersenyum...

Mashaallah.. Begitu mulia nya pria ini, menerima apa yang diberikan oleh Tuhan meski memiliki banyak kekurangan.. bersyukur mungkin lebih mudah ketika kita memiliki banyak kelebihan, tapi pertanyaannya,.. bisakah bersyukur walaupun kita tidak memiliki apa-apa?

11.19.2013

Oh Jakarta...

Hari ini saya mendapatkan kabar bahwa hari jumat nanti adalah hari terakhir saya bekerja di Jakarta (untuk saat ini). Sempat berpikir "Mengapa saya harus kembali ke Bandung ketika Jakarta sudah mulai sejuk dan Bandung menjadi begitu dingin?".

Ada beberapa hal unik yang Saya alami selama di Jakarta. diantaranya...

11.07.2013

Resmi Jadi Anak Kost

Sudah 3 hari berlalu sejak saya tiba di Ibu Kota dengan eksotis. Karena tuntutan profesi yang mengharuskan saya tinggal di Jakarta untuk sementara waktu, walaupun pada awalnya saya tidak mau, tp mau gimana lagi?

Sebelum pergi terpikirkan beberapa hal yang harus dipersiapkan, seperti baju mana saja yang akan dibawa, peralatan mandi, sendal jepit, nama samaran, dll. di Jakarta nama masih Asep? oh no! sempat ditertawakan oleh penjaga kos ketika registrasi, entah karena nama nya yang lucu, orang nya yang lucu, atau gaya bicaranya yang lucu karena untuk menyebutkan kata "Asep" saja butuh energi yang sangat besar, bagi saya.