10.15.2014

Nyandung - Nyehat Bandung

Kritik pedas pun saya dapatkan ketika presentasi di Lomba Aplikasi Bandung Juara.

"Menurut saya aplikasi kalian gak berguna, saya ga akan pake aplikasi kamu"
Namun, disini saya tidak akan hanya membahas kritikan ketika presentasi, melainkan akan membahas perjuangan kami dari awal hingga mencapai 20 besar.


LOMBA APLIKASI BANDUNG JUARA




Setelah mengetahui ada perlombaan membuat aplikasi bertemakan "Bandung Juara", Kami memutuskan untuk mengikutinya. Dan adapun kriteria penilaian yang akan dinilai oleh juri antara lain:

  1. Bermanfaat
  2. Desain yang menarik
  3. Aplikatif
  4. Inovatif
  5. Banyak disukai masyarakat/terfavorit
Bisa kita lihat, disana nama aplikasi tidak menjadi salah satu faktor penilaian.

10 September 2014 adalah batas maksimal registrasi dan pengumpulan proposal via email. Dan kami pun menyanggupinya.

PENGUMUMAN SELEKSI PROPOSAL


13 September 2014, kami pikir pengumuman peserta yang lolos tahap seleksi proposal akan dilakukan via email peserta. Pada saat itu, kami tidak mendapat email apapun dan tidak mendapat info apapun tentang siapa yang lolos pada tahap proposal dan kami berkesimpulan bahwa proposal kami tidak lolos.

15 September 2014, saya mendapat kabar dari rekan saya bahwa aplikasi kami lolos seleksi proposal. Itupun dia diberi tahu oleh temannya yang ikut lomba itu juga. Ada sekitar 104 proposal aplikasi yang lolos pada tahap ini.

Yang saya kecewakan dari pihak panitia adalah kenapa pengumuman seperti itu bisa tidak dipublikasi langsung kepada peserta? Atau setidaknya diberitahukan kepada peserta yang lolos bahwa pengumuman diumumkan via web bandung.go.id? Karena yang kami (peserta) tau hanya tgl 13 September 2014 adalah pengumuman seleksi proposal.

PENGUMPULAN PROTOTYPE


Kami punya waktu satu minggu hingga 22 September 2014 untuk membuat prototype aplikasi. Namun itu tidak menjadi kendala yang besar, karena aplikasi kami menggunakan API Here Maps yang sudah disediakan.

PENGUMUMAN 8 BESAR 20 BESAR


Sedikit ngaret dari jadwal pengumuman, karena aplikasi yang disubmit banyak yang menarik perhatian para juri, sehingga yang asalnya dipilih 8 aplikasi terbaik menjadi 20 aplikasi terbaik. Dan aplikasi kami termasuk didalamnya :).

PERSIAPAN PERSYARATAN PRESENTASI


10 Oktober 2014, banyak yang harus kami persiapkan untuk presentasi. Seperti materi presentasi, video demo aplikasi, dsb. Kami pun sampai begadang untuk mempersiapkannya, karena kami masing-masing memiliki kesibukan yang berbeda, sehingga baru bisa mengerjakan dimalam hari. Tapi alhamdulillah semuanya selesai. Namun ada sedikit masalah..

Selain kami harus mengirimkan berkas kami kepada pihak panitia, kami juga diharuskan untuk mengupload video demo aplikasi di akun facebook personal Diskominfo Bandung. Ingat, akun personal facebook, bukan fanpage!

Ada satu pertanyaan yang membuat saya heran, Mengapa Diskominfo Bandung membuat akun facebook nya seperti akun personal, bukan seperti fanpage? Karena itu sangat menyulitkan peserta yang ingin mengupload video, karena harus add as friend terlebih dahulu. Belum lagi tidak langsung direspon. Saya butuh beberapa hari untuk diapprove sebagai teman dan perlu beberapa kali mengirimi email + mention di akun twitter Diskominfo BandungBanyak peserta lain yang mengupload videonya tidak sesuai jadwal karena hal tersebut. 

Selain itu juga privacy setting dari akun Diskominfo Bandung bukan public, sehingga teman-teman saya banyak yang tidak bisa melihat video tersebut. Padahal tujuan diupload nya video tersebut untuk mencari aplikasi terfavorit berdasarkan banyaknya like pada video tersebut. Tapi bagaimana caranya mendapatkan like yang banyak kalo privacy setting nya bukan public? Walaupun akhirnya diubah menjadi public setelah mendapat beberapa komplain dari para peserta.

THIS IS THE DAY!


14 Oktober 2014, adalah proses presentasi dihadapan para juri. Disinilah kritik yang bisa dikatakan sangat "pedas" yang saya dapatkan.


FYI: Rekan saya mendapatkan cidera bahu kanan 2 hari sebelum presentasi, sehingga selain harus mempersiapkan materi presentasi, kami pun harus bulak balik mengurus perizinan operasi dan pemeriksaan dokter. Bahkan setelah presentasi, kami langsung pergi ke RS Halmahera yang tidak jauh dari lokasi presentasi untuk melakukan operasi.

Kami mendapatkan urutan ke-2 presentasi. Benar saja yang sudah kami perkirakan. Pertanyaan "menusuk" pertama adalah masalah nama. Sebenarnya saya sendiri sebagai pengusung nama aplikasi sudah sadar bahwa hal ini bisa menjadi bumerang, tapi saya melihat pada kriteria penilaian diatas bahwa nama aplikasi tidak menjadi salah satu faktor penilaian. Masih ingat kan? Tapi kami tidak bisa protes akan hal itu, dan nama aplikasi kami menjadi nilai minus bagi aplikasi kami.

"Menurut saya aplikasi kalian gak berguna, saya ga akan pake aplikasi kamu. Kamu sia-sia buat aplikasi ini", ungkapan salah satu juri yang sampai saat ini saya masih merasa "ngenes". Entahlah, mungkin memang salah satu juri diperankan menjadi sosok antagonis. Ya semacam Deddy Corbuzier di Indonesia Mencari Bakat. Yasudahlah...

KESIMPULAN


Walaupun kami gagal menjadi 4 besar, dan bahkan dikatakan waktu yang kami luangkan untuk membuat aplikasi ini "sia-sia" (menurut juri), tapi sebenarnya saya merasa itu tidak sia-sia. Dan saya sangat sangat sangat bersyukur karena mendapatkan banyak pengalaman dari yang kami lalui, mulai dari tahap pendaftaran hingga tahap presentasi.

Satu lagi pertanyaan terakhir. Jika aplikasi kami tidak berguna, kenapa bisa sampai 20 besar?

Ditulis oleh Asep Maulana Ismail, dengan sedikit kesal..

2 comments:

  1. Assalamualaikum wr. wb.

    Setelah membaca tulisan ini jadi menambah 'semangat' buat developing.

    Menurut saya kang, mungkin juri hanya melihat aplikasi dari sisi 'produk' saja tetapi dari sisi 'karya' kurang terlihat.
    Padahal dari sisi karya tersebut ada dedikasi penciptanya dan ada sebuah alasan dari penciptanya/developer kenapa memutuskan karyanya harus seperti itu.
    Saya memang tidak tahu persis bagaimana sistem penilaiannya,tetapi komentar dari saya jika juri melihat dari sisi 'produk' saja dengan kata lain dari sudut pandang yang diinginkan juri saja maka sudut pandang penciptanya/developer tidak diindahkan.
    Sayang sekali sebuah karya jika tidak dinilai secara utuh.

    Akhir kata, selamat telah masuk 20 besar dari sekian banyak peserta. Semoga terus semangat untuk berkarya dari sisi software dan tulisan (ditunggu tulisan yang lain kang), dan semoga dapat menginspirasi orang - orang lain pula.

    Wassalamualaikum wr. wb.

    Mahasiswa JTK PolBan 2012

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam warrahmatullah wabarakatuh..

      Siapa ini ya? tinta terang? hha
      terima kasih komentarnya, sok atuh ditunggu juga karya-karya nya, mumpung masih mahasiswa :)

      Delete